Thursday, 1 October 2015

Potret Negeriku



Negeriku...
Pasang hatiku bersama surutnya gelombangmu
Surut ketengah lautan hening
Menghempas pantai jiwa kerontang
Menerawang apa saja yang bisa digulung
Dipungut, dikulum, di gapit dan...
Dihempas atas hamparan nestafa
Diturunkan dalam wadah kesempatan
Untuk menyeka kesedihan
Menghapus kegalauan
Menentramkan kepanikan
Dan balas dendam!

Negeriku remuk redam dihempas gempa
Dilumat gelombang
Diguyur bantuan
Semua atas nama airmata,
Atas nama trauma dan kemanusiaan

Negriku diterjang peluru
Berpuluh tahun dibawah desingan mesiu
Tak bosan mempersembahkan isu
Menghadiahkan syuhada gagah perkasa
Semua atas nama merdeka atau sejahtera
Atau terlepas dari cengkeraman musuh bersama

Negeriku...
Sepuluh tahun telah berlalu
Airmata dan nyawa telah berubah canda tawa
Dentuman senjata berubah bahagia
Bahagia dalam kekosongan jiwa
Merdeka dalam ketidak berdayaan
Tertawa dalam keangkuhan
Tersenyum diatas rintihan semangat kemerdekaan
Gembira mempermainkan airmata dan nyawa!

Negeriku...
Ruhmu telah dihempas gempa
Ragamu digulung gelombang perkasa
Dihempas bantuan kemanusiaan
Kemerdekaanmu direnggut perdamaian
Dipermainkan kesejahteraan
Menerjang kemanusiaan!

Oh Tuhan...
Hanya secercah cahaya iman pantai harapan
Yang nampak samar
Ditengah pekatnya kehidupan
Dan gemerlapnya persaingan

Ya Allah...
Allahummahdina wahdi wulaata Umurina
Waj'alna wa iyyahum mimman yastami'unal qawla wa yattabi'una ahsanahu

(24 Disember 2014, Untuk semua korban tsunami dan konflik, semoga rahmat Allah selalu menyertaimu)




ads

Ditulis Oleh : suhaily Hari: 11:41 Kategori:

No comments: