Monday, 9 September 2013

Ketika Idul Fitri dirayakan Sebulan Lebih



Tak terasa Bulan Syawal baru saja meninggalkan kita, tanpa terasa hari-hari begitu cepat berlalu dan bulan sabit Zulkaedah pun menjelma. Bulan Syawal adalah bulan umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menggembleng keimanan guna mencapai ketaqwaan dalam madrasah Ramadan.
Secara resmi, di Indonesia hari raya biasanya dirayakan selama tiga hari, walaupun kadang kala libur resminya hanya 2 hari, setelah itu, kalaupun diikuti dengan kunjung-mengunjungi, tidak lebih dilakukan secara personal dan tanpa acara seremonial yang begitu meriah. 
Hari Raya juga tidak jarang disertai dengan perbedaan satu Syawal yang kadang-kadang mengurangi nuansa khidmat dan kemeriahannya. Perayaan hari raya selalunya juga di ekspresikan dengan acara halal bi halal yang diisi dengan siraman rohani dan jamuan makanan. Semakin penghujung Syawal, suasananya semakin memudar.
Lain di Indonesia, lain pula di Malaysia, satu Syawal tidak pernah berbeda, satu Syawal dirayakan sama dan bersama-sama secara serentak tanpa ada perbedaan di seluruh negeri Melayu ini. Selain itu, hari raya idul fitri juga diperingati sebulan penuh selama Syawal belum berganti bulan Zulqaedah. Bahkan setelah Syawal pun masih banyak yang merayakan idul fitri dengan mengadakan rumah terbuka, terutama bagi yang belum sempat menerima tamu secara bersengaja karena kesibukan sehari-hari atau berada di luar daerah.
Rumah terbuka atau di Indonesia sering disebut dengan menggunakan istilah Inggris “open house”, di Malaysia juga di namakan dengan majlis Aidilfitri. Rumah terbuka atau majlis Aidilfitri adalah sebuah acara menerima tamu secara bersengaja, biasanya dengan mengundang tetamu dan kolega atau membuat iklan terbuka di media massa dengan menyiapkan berbagai jamuan makanan.
Rumah terbuka diadakan diberbagai tempat, dari surau-surau, masjid-masjid, kampus-kampus, kantor-kantor pemerintah maupun swasta bahkan dirumah-rumah pribadi, baik secara terbatas untuk kalangan sendiri dan bahkan banyak juga yang terbuka untuk umum.
Pada acara rumah terbuka ini semua kalangan bercampur baur menjadi satu, dari pejabat sampai rakyat biasa, tidak jarang para pejabatpun terlihat melayani sendiri tetamu yang menghadiri jamuan rumah terbuka, mereka bertindak benar-benar sebagai tuan rumah dengan turun tangan langsung melayani para undangan.
Selain menyediakan berbagai makanan sebagai jamuan, suasana lebaran juga begitu ketara karena para tamu Majlis Aidilfitri, hampir seluruhnya mengenakan pakaian khas Melayu lengkap dengan “samping”nya (kain sarung) yang menutupi perut sampai atas lutut bagi laki-laki dan baju kurung melayu bagi kaum perempuan. Majlis-majlis ini tak jarang juga dimeriahkan dengan berbagai acara kesenian dan iringan musik yang bernadakan kemeriahan hari raya.
Satu lagi yang tidak lupa dilakukan pada perayaan hari raya adalah membagikan “duit raya” yang sering juga disebut “angpau” dalam bahasa Cina. Duit raya adalah sejumlah uang yang diberikan kepada anak-anak ataupun kepada orang yang lebih muda sempena merayakan idul fitri dan itu sudah menjadi kelaziman perayaan hari raya. Bagi sebagian golongan, anak-anak terutamanya, tidak sempurna hari raya kalau tidak menerima “duit raya”. Dalam hal satu ini, ternyata antara anak-anak di Indonesia mahupun di Malaysia tidak ada bedanya!.

ads

Ditulis Oleh : suhaily Hari: 11:03 Kategori:

No comments: