Friday, 5 July 2013

PESAN RASUL DI AKHIR BULAN SYA’BAN



Pada akhir bulan Sya’ban Rasulullah selalu berkhutbah mengingatkan para sahabatnya dan memberikan mauidhah mengenai keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadan. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi, berkata: “Rasulullah pada hari akhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kami”. Maka beliau bersabda: “wahai manusia;

  1. Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah jadikan puasanya suatu fardhu dan Qiyam di malam harinya suatu tathawwu’,
  2. Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu kebajikan di dalamnya sama dengan orang yang menunaikan fardhu di bulan yang lain, barang siapa menunaikan suatu fardhu di bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan yang lain,
  3. Ramadan itu adalah bulan sabar, dan sabar itu pahalanya adalah syurga,
  4. Ramadan adalah bulan saling bantu-membantu, bulan Allah lapangkan rezeki kepada hamba-Nya,
  5. Barang siapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka,
  6. Orang yang memberi makanan berbuka puasa akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa sedikit pun berkurang, para sahabat berkata: ya Rasulullah… tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka untuk orang yang berpuasa. Maka Baginda bersabda: Allah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma atau seteguk air atau sehirup susu,
  7. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka/terbebas dari neraka,
  8. Barang siapa meringankan beban dari hamba sahaya (pembantu dan para pegawainya) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka,
  9. Kerana itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan, dua perkara untuk kamu menyenangkan Tuhan kamu dan dua perkara yang sangat kamu perlukannya, adapun dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu adalah: mengucap kalimah syahadah dan beristighfar meminta keampunan-Nya, sedang dua perkara lagi yang kamu sangat memerlukannya adalah: memohon syurga dan berlindung dari neraka,
  10. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa nescaya Allah memberi minum kepadanya dari Haudh (telaga Rasulullah) suatu minuman yang tidak haus lagi sesudahnya sehingga ia masuk dalam syurga.”

       

      Kenapa Ramadhan?
Melalui hadits ini, Rasulullah mengajar dan mengingatkan para sahabatnya untuk membuat persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan, karena Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat, keampunan dan pembebasan dari api neraka. Ramadhan, bulan yang dimuliakan Allah dengan satu malam qadar di dalamnya, di mana ibadah di malam tersebut setara dengan ibadah seribu bulan. Bulan tempat manusia berlatih kesabaran dalam mengendalikan hawa nafsu, bulan untuk mempertingkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Rabbnya. Bulan tempat meningkatkan kepedulian sosial dengan berbagi walau sekecil apa pun kemampuan yang dimiliki untuk berkongsi dengan orang lain, bulan untuk melatih jiwa meringankan beban orang lain, bulan di mana jiwa ditempa untuk berempati dan ikut merasakan apa yang manusia lain rasakan.

Kompensasi
Rasul juga memberi tahu bahawa segala yang dilakukan pada bulan puasa tidak akan terlepas begitu saja, akan tetapi memiliki nilai kompensasi yang maha dahsyat, di mana pahala di lipat gandakan, sekecil apa pun pemberian sudah dianggap hal yang luar biasa besarnya, karena pada dasarnya yang dilihat bukanlah besar kecilnya pemberian akan tetapi yang terpenting adalah keinginan untuk memberi dengan niat tulus ikhlas. Sikap kepedulian sosial juga akan dibalas dengan suatu hal yang sangat didambakan oleh manusia pada saat-saat genting di padang mahsyar, iaitu jaminan jamuan minuman dari telaga al-kautsar, sebuah telaga yang dijanjikan bagi siapa yang meminumnya tidak akan merasakan kehausan di padang mahsyar, sebuah balasan yang tiada taranya.

Password
Cara untuk mendekatkan diri juga disampaikan Rasulullah dengan begitu simple dan lugas sehingga dengan mudah dapat dilakukan oleh umatnya tanpa merasa susah sedikit pun. Beliau mengajarkan bahawa memberi tidak semestinya membebani, memberi adalah sesuai dengan kemampuan walau sekecil apa pun tapi dengan nurani. Ibadah juga punya password, dalam bulan Ramadhan password amalan adalah memperbanyak mengucap kalimah syahadah, beristighfar, memohon syurga dan dijauhi dari neraka, empat hal yang merangkumi keinginan hamba dan kehendak penciptanya.
Selamat menyambut bulan Ramadhan, semoga menjadi orang yang bertqawa, amien.

ads

Ditulis Oleh : suhaily Hari: 08:27 Kategori:

No comments: